Blogger Widgets

Selamat Datang di Raka RAPerz ElephantDead

Selamat menikmati artikel-artikel unik dan menarik seputar Sains, Teknologi dan Edukasi

chat

tombol back to top

popular post ke bawah

link pelangi

marque

Raka Andika Prasetyo

bubble

Welcome to Raka RAPerz ElephantDead Blog

Welcome to Raka RAPerz ElephantDead Blog

Sunday, December 28, 2014

Contoh Naskah Drama Persahabatan 5 Orang Pemain "Terpisahkan Oleh Takdir"

       


Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata drama? Senang menjadi karakter yang berbeda dengan kehidupan nyata, tertantang untuk mengasah kemampuan ber-akting, atau bingung membuat naskah ceritanya? Kalau soal naskah drama sih gampang! Sudah saya siapkan nih dialog naskah dramanya!
Naskah drama ini mempunyai 5 tokoh. Pas banget untuk kamu yang sedang mencari naskah drama dengan 5 orang pemain. Tapi, kalau kamu butuh drama lebih dari lima orang pemeran. Bisa kamu kreasikan sendiri cerita ini menjadi 6 pemain, 7 pemain, bahkan lebih.
Naskah drama ini sebenarnya adalah naskah drama yang saya adaptasi dari naskah buatan Nurul Alifah Anshari untuk tugas pelajaran Seni Budaya saya. Yang memerankan kelima tokoh drama ini adalah teman-teman sekelas saya, yaitu:
1.       Farel           Diperankan oleh »  Raka Andika Prasetyo (Saya)
2.      Mala           Diperankan oleh » Putri Anjarsari
3.     Dion            Diperankan oleh » Qoirul Arif
4.     Bu Yulianti   Diperankan oleh » Riau Yulianti
5.      Dokter        Diperankan oleh » Rengga Trisasongko
Jika kamu malas untuk membaca semua ceritanya, kamu bisa membaca dahulu sinopsisnya berikut ini:

Mala, seorang gadis yang tinggal bersama ibunya, Bu Yulianti di sebuah rumah di tengah kota. Mala menjalin persahabatan dengan Farel dan Dion. Namun, suatu hari terjadi sesuatu yang membuat persahabatan mereka berjauhan bahkan berpisah karena kematian Mala, yang merupakan perpisahan yang sangat berat dihadapi oleh Farel dan Dion.

Gimana? Tertarik nggak? Kalau ya, ini versi lengkapnya langsung bisa dicopas*.
(*= Copas tanpa menerbitkan ke suatu website/blog)
                                                                                 

                  Terpisahkan Oleh Takdir
         
Farel, Mala, dan Dion saling bersahabat. Meskipun begitu, Farel dan Mala lebih dekat karena mereka sudah bersahabat sejak kecil. Sedangkan Dion bersahabat dengan Farel dan Mala baru dua tahun yang lalu atau tepatnya saat kelas satu SMA.

Pada hari itu Mala tidak masuk sekolah.
              Farel     :Eh, Mala kemana ya ? Kok dia nggak masuk sekolah?.
Dion       :Aku nggak tau. Tapi kan nggak biasanya Mala nggak masuk. Jangan-jangan Mala kenapa-napa lagi?
              Farel     :Bagaimana kaalau pulang sekolah nanti kita jenguk Mala di rumahnya. Kamu mau nggak?
              Dion       :Tapi tunggu dulu. Hari ini kan ada ekskul AutoCAD. Jadi kita pulangnya jam setengah empat.
              Farel     : Oh iya, kalau begitu nanti saja setelah ekskul AutoCAD selesai, kita baru  ke rumah Mala.
              Dion       : OK! Siap.
          Sepulang sekolah, Farel dan Dion pun mengikuti ekskul AutoCAD. Jam setengah empat ekskul selesai dan mereka segera ke tempat parkir kenderaan untuk pulang. Namun di tengah perjalanan ke tempat parkir, mereka melihat sesosok gadis yang sedang berdiri di pinggir lapangan basket.
              Dion       :Dia siapa ya ?
              Farel     :Murid pindahan mungkin. (memerhatikan gadis yang sedang membelakangi mereka)
              Dion     : Kalau dia murid pindahan, kenapa dia ada di sekolah saat jam ekskul basket?
              Farel     : Tau. Kita samperin yuk!
              Dion       : Bentar-bentar.

          Tiba-tiba handphone Dion berdering.

              Dion       : Duh, Farel. sepertinya aku nggak bisa ikiut jenguk Mala. Soalnya kakakku SMS, katanya dia mau ke bandara jemput temannya yang datang dari luar kota. Aku disuruh menemani adikku dirumah. Maaf ya. Sampaikan salamku untuk Mala ya.
              Farel     : Ya sudah deh. Nggak apa-apa kok.
              Dion       : Kalau gitu, aku pergi dulu ya..
              Farel    : Ya. Hati-hati di jalan.

          Farel menghampiri gadis yang ada di pinggir lapangan tersebut untuk menjawab rasa penasarannya.

              Farel   : (Bergumam karena penasaran) Kok dia mirip Mala ya? Mala! (memanggil gadis tersebut)
              Mala     :(berbalik) Farel?
              Farel   :Mala, kamu kok nggak masuk sekolah? terusi kenapa kamu jam segini di  sekolah?
              Mala      : (Menggenggam secarik kertas) Aku datang kesini karena aku mau kasih tahu sesuatu ke kamu.
              Farel    : Kasih tahu apa?
              Mala      : Aku mau ngucapin terima kasih karena selama ini kamu sudah baik banget sama aku. Kamu sudah mau jadi sahabat aku, pengertian sama aku, dan aku juga minta maaf kalau aku punya salah sama kamu.
              Farel     : Kamu kenapa La? Kenapa kamu ngomong begitu? Apa yang kamu sembunyiin dari aku?
              Mala      : (Menangis tersedu-sedu) Aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan untuk ngebalas kebaikanmu di sisa-sisa waktuku ini.
              Farel     : Sisa-sisa waktu? Maksudnya? Memangnya kamu mau kemana La?
              Mala      : Kamu tahu kan kalau kepala aku itu sering sakit?
              Farel      : Iya. Terus kenapa memangnya?
Mala      : Karena aku sudah nggak tahan sakitnya, kemarin aku periksa ke dokter, terus saat itu juga dokter menyuruhku untuk dironsen, dan tadi pagi aku ambil hasil ronsennya.
              Farel    : Terus, bagaimana hasil ronsennya?

          Mala tak menjawab pertanyaan Farel. Langsung saja Farel merebut secarik kertas yang sedari tadi digenggam oleh Mala.

Farel    :Apa? Ini nggak mungkin. Saudari Mala Salsabila Putri positif mengidap kanker otak? Kamu bohong kan La?
              Mala      : Kamu bisa lihat sendiri kan Farel. Itu semua bukan rekayasa. Hidup aku sebentar lagi berakhir. Sebentar lagi aku akan ninggalin kamu untuk selama lamanya. Harapan hidup aku sudah kecil banget.
              Farel     : Nggak, kamu nggak boleh bilang begitu, kita nggak boleh pisah, nggak boleh.
              Mala    : Tapi Farel, setiap ada pertemuan, di situ juga pasti ada perpisahan.
              Farel     : Nggak, aku nggak mau La. Aku nggak mau pisah sama kamu.

          Tiba tiba Mala merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya. Lalu kemudian pingsan.

              Mala    : (Memegangi kepalanya) Aw, sakit. Kepalaku sakit Farel.
              Farel     : Mala, kamu kenapa? (Menopang tubuh Mala yang pingsan)
La bangun La! Bangun! Ya Tuhan, Mala kenapa? Tolong… tolong…

          Mala pun segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian, Mala segera ditangani oleh Dokter. Farel pun menelfon ibu Mala, Bu Yulianti  agar segera datang melihat keadaan Mala.

              Farel           : Hallo Bu Yulianti
Bu Yulianti : Hallo. Ada apa Farel?
Farel           : Ibu bisa datang ke rumah sakit Sehat Sejahtera, tidak bu?
              Bu Yulianti   : Memangnya ada apa nak?
              Farel           :Mala pingsan bu. Dan saat ini ada di rumah sakit.
              Bu Yulianti   : Iya. Ibu secepatnya kesana. Terima kasih ya sudah memberi tahu.
              Farel           : Iya bu. Sama-sama.

          Tak berapa lama kemudian, Bu Yulianti pun datang. Setelah satu jam  menunggu, akhirnya Dokter pun telah selesai memeriksa keadaan Mala. Namun, Dokter terlihat tidak bahagia.

              Bu Yulianti   : Dokter, bagaimana keadaan Mala?
              Dokter     :Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya, saya sudah bekerja dengan semaksimal mungkin, tapi saya bukanlah Tuhan yang bisa mengubah jalan hidup seseorang. Maaf, anak ibu tidak bisa di selamatkan. Kondisinya sudah sangat kritis, dan sel kanker tersebut telah menyebar keseluruh tubuhnya.
              Bu Yulianti  : Maksud Dokter, Mala sudah meninggal?
              Dokter        : Saya sudah berusaha bu. Ini sudah takdir.
              Bu Yulianti   : Mala, ini tidak mungkin. tidak mungkin.

          Dokter pun pergi meninggalkan Farel dan Bu Yulianti. Farel pun menghampiri Bu Yulianti yang sedang meratapi kepergian Mala.

Farel        : Ibu yang sabar ya bu. Saya yakin di balik semua ini pasti ada hikmah yang bisa dipetik.
              Bu Yulianti   :Terima kasih selama ini kamu sudah menjadi sahabat terbaik Mala .
              Farel        : Sudah bu, saya juga sedih karena kepergian Mala. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Dan semua itu sudah tisak bisa kembali.
              Bu Yulianti   : Ya, kamu benar. Semoga saja Mala tenang disisi-Nya.
              Farel        : Amin…

          Keesokan harinya,  jenazah Mala sudah sampai di pemakaman.

              Dion     :  Farel! (berlari dengan terengah-engah) Aku sudah dengar dari teman-teman kalau Mala meninggal karena kanker otak.
              Farel     : Iya. Hari ini dia akan dimakamkan.
              Dion       : Kalau begitu, ayo kita ke pemakaman Mala. Aku ingin melihat Mala meski untuk yang terakhir kalinya.
              Farel    : Ya. (bergegas menuju pemakaman)

Sesampai di pemakaman, Farel dan Dion melihat Bu Yulianti yang berlinang air mata.
             
Farel     :Mala, kenapa kamu cepet banget tinggalin aku? Aku nggak mau pisah sama kamu.
              Dion       : Sudahlah Farel, kita harus relakan kepergian Mala. Ini semua sudah takdir Tuhan.
Farel     : (Menangis sambil memandangi batu nisan Mala )Mala, kenapa kamu pergi sebelum aku bisa bikin kamu bahagia. Asal kamu tahu La, di hatiku nggak ada sahabat sebaik kamu. Kamu itu sahabat sejatiku yang selalu bisa menemaniku dalam suka ataupun duka. La, semoga kamu tenang di alam sana. Aku harap, kamu nggak akan lupakan aku dan Dion, karena kami juga nggak akan pernah lupakan kamu. Selamat jalan ya sobat! (Beranjak pergi meninggalkan rumah abadi milik sahabatnya)

** J TAMAT J **



             Naskah drama ini semoga bermanfaat. Kalau ada kritik atau pun saran mengenai teks drama di atas, bisa disampaikan melalui FanPage “Raka RAPerz ElephantDead’s Blog”. Sampai jumpa di artikel berikutnya!!! 

Saturday, November 15, 2014

Dasar Hukum Perlindungan dan Penegakan Hukum di Indonesia



          
Dasar Hukum Penegakan dan Perlindungan Hukum


 Tak terasa kita sudah sampai bab ke-5 PPKN semester ini. Tugas demi tugas telah kita lalui dan akhirnya kita sampai pada bab “Menyiram Indahnya Keadilan dan Kedamaian” ini. Sayangnya, ini adalah posting terakhir yang Raka RAPerz ElephantDead pada semester satu ini. Tahukah kamu apa saja yang telah Raka RAPerz ElephantDead publish semester ini? Pada bab pertama ada contoh-contoh pelanggaran HAM, bab ke-2 ada masalah-masalah perbatasan dan cirri-ciri kemerdekaan beragama, bab ke-3 ada perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter, bab ke-4 ada tugas dan wewenang lembaga negara. Lalu, pada bab ke-5 ini akan posting apa? “Dasar Hukum Perlindungan dan Penegakan Hukum” akan kita bahas kali ini.

Tugas Mandiri 5.1
Perlindungan dan penegakan hukum tidak akan terwujud apabila tidak mempunyai landasan atau dasar hukum yang kokoh. Nah coba sekarang kalian temukan dari berbagai macam sumber baik itu berupa buku ataupun internet mengenai dasar hukum perlindungan dan penegakan hukum. Tuliskan hasil temuan kalian dalam tabel di bawah ini.


Di posting ini baru terdapat 5 landasan hukum. Jika kamu tahu lebih banyak tentang landasan hukum yang lain, kamu bisa menuliskannya di kolom komentar.

No
Dasar Hukum Perlindungan dan Penegakan Hukum
1
Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”
2
Pasal 28 D ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.”
3
Pasal 28 ayat (5) UUD 1945 yang berbunyi “Untuk menegakkan dan melindungi Hak Asasi Manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan Hak Asasi Manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.”
4
Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 yang berbunyi “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.
5
Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi “Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan

Thanks for visiting! Ilmu akan lebih bermanfaat jika kita membagikannya. Jadi, selama saya masih mempunyai ilmu, pasti saya akan selalu membagikannya di blog ini! See you next posting guys!